NAGARI MUNGKA MENUJU DESA WISATA ( BURAI INDAH JADI WISATA ICON )
#TOPIKPUBLIK.COM
TOPIKPUBLIK.COM - Kabupaten Limapuluh Kota - 27/11/23 Dalam wawancara bersama awak media Topikpublik.com Walinagari Nagari Mungka Epi Adri, SKM.,M.MKes menyampaikan rencana pengembangan wisata untuk usaha Milik Nagari sebagai sumber pendapatan desa.
Menurut beliau Koto Tuo Mungka Memiliki Potensi Objek Wisata yang sangat menjanjikan atau potensional untuk pendapatan Asli Desa dimana salah satu objek wisata yang dimaksud adalah Objek wisata alam air terjun Burai.

Sambil menunggu persetujuan Negara atas dana pengembangan Pariwisata yang sudah di ajukan oleh Nagari Mungka sebesar Rp 5.840.000.000 ( Lima Milyar Delapan Ratus Empat Puluh Juta Rupiah ) disetujui kita buat saja dulu secara alami seperti menggunakan bambu atau aur ujar Epi Adri.
Selain itu beliau juga menunjukkan 2 buah sertifikat penghargaan Desa Binaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) Republik Indonesia Tahun 2021 dan 2023 Miliknya. Dengan Tema Desa wisata sumber Kebangkitan Ekonomi Nasional. Kedua serifikat itu langsung di tanda tangani oleh Mentri Kemenparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.
Walinagari menceritakan secara rinci desa wisata seperti apa yang ingin dia kembangkan. Menyimak cerita beliau Pembangunan wisata bermula dari burai sebagai Icon wisata alam, wisata seni dan budaya, wisata religi serta wisata Kuliner, selanjutnya untuk fasilitas bagi pengunjung disediakan Kereta Kencana atau sejenisnya, dan Home Stay syari'ah. Tujuan dari pengembangan industri wisata tersebut untuk membuka lapangan kerja dan untuk pengembangan ekonomi kerakyatan Nagari Mungka.
Pada kesempatan lain Wali Nagari Mungka sebelumnya Juga Pernah Menyinggung perihal potensi wisata Ikan Larangan di Nama Mati ( Sungai Mati ) Koto Tuo Mungka, bahkan sudah dibuat Perna guna melindungi populasi ikan air tawar yang di miliki Koto Tuo Mungka, hal itu disinggung pada waktu acara pembukaan mancing mania gratis di nama mati koto Tuo Kenagarian Mungka Kecamatan Mungka.

Kemudian berdasarkan informasi dari Walinagari tersebut pengunjung mancing mania di sungai mati Mungka pernah tembus 800 orang peserta. Dimana peserta datang sekitar Kabupaten Limapuluh Kota serta dari luar Kabupaten.
Dalam perbincangan tersebut beliau juga sempat menyinggung dan berharap peranan serta dukungan masyarakat dalam mewujudkan rencana ini akan segera terealisasi demi kepentingan bersama.
Wartawan Sam
Editor Thab411























