Bupati Inhu Hadiri Seminar PGRI tentang Psikologi Gen Z

Seminar Pendidikan PGRI Kecamatan Rengat dihadiri Bupati Inhu Ade Agus Hartanto untuk memperkuat kompetensi guru memahami psikologi Generasi Z dan Alpha demi meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif dan berdaya saing.

Bupati Inhu Hadiri Seminar PGRI tentang Psikologi Gen Z
Seminar PGRI Rengat Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Karakter Generasi Z dan Alpha di Era Transformasi Pendidikan

INHU, TOPIKPUBLIK.COM – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman terus dilakukan berbagai pihak, termasuk kalangan pendidik di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Seminar Pendidikan yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Rengat dengan mengusung tema “Pahami Psikologi Gen Z dan Alpha, Guru Mengajar dengan Gembira.”

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dang Purnama Rengat, Senin (25/5/2026), ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas dan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan modern, khususnya dalam memahami karakteristik peserta didik dari Generasi Z dan Generasi Alpha yang tumbuh di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.

Seminar pendidikan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Kehadiran kepala daerah ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli I Bakri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Inhu Syahruddin, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Inhu Arif Ramli, Camat Rengat, Koordinator Wilayah Pendidikan, para kepala sekolah mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, serta ratusan guru dari berbagai satuan pendidikan di Kecamatan Rengat.

Dalam sambutannya, Ketua PC PGRI Kecamatan Rengat, Efi Susanti, menegaskan bahwa seminar ini tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah penguatan kapasitas guru agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan masa kini yang semakin kompleks.

Menurutnya, pemahaman terhadap psikologi peserta didik merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, humanis, dan menyenangkan. Guru dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu memahami karakter, pola pikir, serta kebutuhan emosional siswa yang lahir dan tumbuh di era digital.

“Melalui seminar ini, kami berharap para guru dapat memperoleh wawasan baru yang aplikatif dalam proses belajar mengajar sehingga mampu membentuk generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan global,” ujar Efi Susanti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Inhu, Syahruddin, menekankan pentingnya membangun kolaborasi, solidaritas, dan sinergi yang kuat antarpendidik dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di daerah.

Ia menilai bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara individual, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen pendidikan mulai dari guru, kepala sekolah, orang tua, hingga pemerintah daerah.

“Melalui kebersamaan, kekompakan, dan semangat kolaborasi, kita dapat melahirkan generasi yang berkualitas, unggul, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar yang dinilai sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Menurutnya, perubahan karakter peserta didik yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan informasi menuntut para guru untuk terus meningkatkan kompetensi serta memperbarui metode pembelajaran.

Bupati menegaskan bahwa memahami psikologi Generasi Z dan Alpha merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, guru akan lebih mudah membangun komunikasi yang positif dengan peserta didik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.

“Anak-anak kita saat ini hidup di era digital yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Karena itu, guru perlu memahami cara berpikir, pola interaksi, dan kebutuhan belajar mereka agar proses pendidikan berjalan lebih efektif dan bermakna,” ungkap Ade Agus Hartanto.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah program pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam meringankan beban ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan berkeadilan.

“Pendidikan bukan hanya soal membangun gedung sekolah atau infrastruktur pendukung lainnya, tetapi bagaimana memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang baik demi masa depan yang lebih cerah,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh guru dan tenaga pendidik untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kompetensi, serta menjaga semangat kebersamaan dalam membangun generasi Indragiri Hulu yang cerdas, tangguh, berdaya saing, berkarakter kuat, dan mampu menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.

Seminar pendidikan tersebut semakin menarik dengan hadirnya narasumber Aina Malikha yang menyampaikan materi mengenai strategi memahami psikologi Generasi Z dan Alpha. Dalam paparannya, ia mengulas berbagai pendekatan pembelajaran yang lebih relevan dengan karakter generasi masa kini, termasuk pentingnya komunikasi yang efektif, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dan inspiratif.

Melalui kegiatan ini, PGRI Kecamatan Rengat menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik abad ke-21. Diharapkan, para guru yang mengikuti seminar dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam praktik pembelajaran sehari-hari sehingga mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi dinamika masa depan.