Bupati Siak Afni Terinspirasi Usai Retret Kepemimpinan di IPDN
Bupati Siak Afni Zulkifli terkesan usai mengikuti Retret Kepemimpinan di IPDN Jatinangor. Banyak ilmu, relasi, dan strategi pembangunan daerah diperoleh.
TOPIKPUBLIK.COM – JATINANGOR – Retret Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Gelombang II Tahun 2025 resmi berakhir dengan prosesi penutupan yang penuh makna. Bupati Siak, Afni Zulkifli, bersama Wakil Bupati Syamsurizal, turut hadir dalam upacara yang digelar di Lapangan Parade Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, pada Kamis (26/6/2025).
Upacara penutupan ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, yang memberikan arahan tegas dan inspiratif kepada seluruh peserta retret. Dalam sambutannya, Bima Arya menekankan bahwa program retret kepemimpinan ini merupakan amanat langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari strategi nasional untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Retret ini bukan sekadar pelatihan, melainkan perintah Presiden yang bertujuan menyatukan visi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan masa depan bangsa. Kepala daerah harus menjadi pelayan rakyat, bukan penguasa yang mempersulit warganya," tegas mantan Wali Kota Bogor tersebut.
Lebih lanjut, Wamendagri juga memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme peserta Retret Gelombang II yang dinilainya lebih aktif, komunikatif, serta menunjukkan semangat kolaboratif yang tinggi.
"Saya melihat gelombang kedua ini luar biasa. Pesertanya lebih dialogis, lebih disiplin, dan benar-benar memanfaatkan forum untuk berdiskusi secara terbuka," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan kesan mendalam terhadap proses pembelajaran dan interaksi selama kegiatan retret. Meski hanya berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, menurutnya, pengalaman yang didapatkan sangat berharga untuk memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas kepemimpinan di daerah.
"Saya sangat terkesan. Retret ini bukan hanya menghadirkan ilmu dan perspektif baru, tetapi juga membuka ruang untuk berbagi inovasi dan program unggulan antar kepala daerah. Kami berdiskusi terbuka tentang tantangan, solusi, dan strategi pembangunan yang lebih partisipatif," ujar Afni.
Bupati perempuan pertama di Riau tersebut juga menyoroti pentingnya keterlibatan kepala daerah dalam memberikan evaluasi terhadap kebijakan pusat, serta menyampaikan kondisi riil daerah secara langsung.
"Yang menarik, kita tidak hanya menerima materi sepihak. Kita diberi ruang untuk menyampaikan masukan, kritik konstruktif, bahkan memaparkan persoalan aktual yang sedang dihadapi daerah, termasuk dari Kabupaten Siak sendiri," lanjutnya.

Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan komitmen selama kegiatan, seluruh peserta Retret Gelombang II menerima sertifikat dan pin Alumni Kehormatan IPDN. Total ada 49 kepala daerah yang dikukuhkan sebagai alumni kehormatan, terdiri dari 2 Gubernur, 3 Wakil Gubernur, 38 Bupati, 2 Wali Kota, dan 4 Wakil Wali Kota dari berbagai provinsi di Indonesia.
Retret Gelombang II ini menjadi bukti nyata sinergi pusat dan daerah dalam membangun kepemimpinan yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para kepala daerah diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh ke dalam tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berdampak langsung bagi masyarakat.























