Gaji Guru Bantu Rohil Masih Proses di Disdik Riau
Gaji Guru Bantu di Rokan Hilir hingga triwulan II 2025 belum cair. Plh Kadisdik Rohil imbau guru bersabar, pencairan kini diproses Disdik Provinsi Riau.
TOPIKPUBLIK.COM - ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak-hak para tenaga pendidikan, termasuk menyangkut keterlambatan pembayaran gaji Guru Bantu Provinsi yang bertugas di wilayah Rohil. Meskipun Pemkab Rohil telah melunasi pembayaran tunggakan gaji Tenaga Honorer Tahun 2025 pada masing-masing Dinas, Badan, dan Kantor, namun hingga memasuki triwulan II Tahun 2025, para Guru Bantu Provinsi di Rokan Hilir masih belum menerima hak gaji mereka.
Situasi ini tentu menjadi beban tersendiri bagi para guru yang selama ini tetap menjalankan tugas dan pengabdian di sekolah masing-masing. Tidak sedikit dari mereka yang terpaksa mencari solusi darurat, seperti melakukan pinjaman pribadi, demi menutupi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Diketahui, proses pencairan gaji Guru Bantu ini bersumber dari Dana Transfer Pemerintah Provinsi Riau yang mekanismenya harus melalui sejumlah tahapan administrasi lintas instansi.
“Progres pencairan gaji Guru Bantu Provinsi saat ini sudah berjalan. Berkas-berkas administrasi telah kami siapkan dan disampaikan ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Selanjutnya, Disdik Provinsi akan mengajukan pencairan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Riau untuk kemudian ditransfer ke Kas Daerah Kabupaten Rokan Hilir,” jelas Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Rokan Hilir, Hasian Harahap, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi media ini melalui sambungan telepon, Sabtu (14/06/2025).
Hasian menerangkan lebih lanjut bahwa setelah dana masuk ke Kas Daerah (Kasda) Rohil, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten akan mengajukan Surat Perintah Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) ke BPKAD Kabupaten untuk kemudian diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). SP2D tersebut akan dicairkan melalui Bank ke rekening giro Dinas Pendidikan, lalu dilanjutkan dengan transfer ke rekening masing-masing Guru Bantu Daerah penerima.
“Proses ini sedang berjalan dan kini telah mencapai tahapan di Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Kami terus berkoordinasi agar proses ini bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya secepat mungkin,” ujarnya meyakinkan.
Di tengah situasi yang cukup memprihatinkan ini, Plh Kadisdikbud Rohil meminta kepada seluruh Guru Bantu Daerah agar tetap bersabar dan memahami situasi birokrasi yang sedang berlangsung.
“Kami mengimbau dan memohon kepada seluruh Guru Bantu Daerah di wilayah Rokan Hilir untuk bersabar. Pemerintah Daerah tidak tinggal diam. Kami terus berupaya maksimal agar gaji yang menjadi hak mereka segera dibayarkan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, hak-hak tersebut bisa segera sampai ke tangan para guru yang telah mengabdi dengan penuh dedikasi,” pungkas Hasian Harahap.























