ISARAH Sumut Dukung Operasi Narkoba dan Premanisme Polda Sumut

PW ISARAH Sumut menyatakan dukungan penuh terhadap Operasi Antik dan Operasi Pekat Polda Sumut guna memberantas narkoba dan premanisme. ISARAH siap menjadi mitra Polri dalam menciptakan Sumut yang aman dan bersih narkoba.

ISARAH Sumut Dukung Operasi Narkoba dan Premanisme Polda Sumut
PW ISARAH Sumut Nyatakan Dukungan Penuh terhadap Operasi Pemberantasan Narkoba dan Premanisme oleh Polda Sumut

TOPIKPUBLIK.COM – MEDAN – Ikatan Sarjana Al Washliyah (ISARAH) Sumatera Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis yang dilakukan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara dalam memberantas peredaran narkoba dan aksi premanisme melalui Operasi Antik dan Operasi Pekat. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua PW ISARAH Sumut, AT Siahaan, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (21/6/2025) di Medan.

Menurut AT Siahaan, Operasi Antik Toba yang digelar Polda Sumut merupakan tindakan yang sangat mendesak dan patut diapresiasi, mengingat kondisi peredaran narkoba di Sumatera Utara sudah memasuki tahap kronis. Bahkan, Sumatera Utara tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat peredaran narkotika tertinggi secara nasional.

"Sumatera Utara saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba. Operasi Antik yang dilaksanakan Polda Sumut adalah langkah konkret untuk menghentikan laju peredaran narkotika yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Kami dari ISARAH Sumut mendukung penuh langkah ini," tegas AT Siahaan.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam momentum Deklarasi “Narkoba Musuh Kita Bersama” yang digelar PW ISARAH Sumut sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendukung upaya pemerintah dan aparat penegak hukum memberantas peredaran narkoba.

Selain itu, AT Siahaan juga mengapresiasi pelaksanaan Operasi Pekat yang difokuskan pada pemberantasan aksi premanisme di berbagai wilayah rawan di Sumatera Utara. Menurutnya, pemberantasan premanisme memiliki korelasi kuat terhadap iklim investasi dan rasa aman masyarakat di daerah.

“Operasi Pekat bukan hanya soal keamanan, tapi juga soal kepercayaan publik dan investor. Dengan adanya tindakan tegas terhadap premanisme, kita menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,” jelasnya.

Meskipun demikian, AT Siahaan menegaskan bahwa operasi bersifat insidental atau razia rutin saja belum cukup. Ia menilai perlunya pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan, termasuk operasi skala besar seperti Operasi Antik Toba yang dilakukan saat ini.

“Kami mendorong agar Operasi Antik ini tidak hanya menjadi agenda temporer, tapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memerangi peredaran narkoba. Harus ada keterlibatan semua pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan,” ujarnya.

PW ISARAH Sumut juga berkomitmen untuk mengerahkan seluruh jajaran pengurus daerah ISARAH se-Sumatera Utara agar turut serta mendukung kinerja Polri, khususnya Polda Sumut, dalam menumpas peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya. Dalam hal ini, ISARAH siap menjadi mitra strategis dan sahabat Polri di lapangan.

“Kami akan menginstruksikan kepada seluruh pengurus daerah ISARAH untuk aktif mendukung dan membantu pelaksanaan Operasi Antik Toba. Ini bukan hanya tugas polisi, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral kita bersama sebagai elemen bangsa,” pungkas AT Siahaan.

PW ISARAH Sumut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu melawan narkoba dan premanisme demi masa depan Sumatera Utara yang bersih, aman, dan sejahtera. “Mari kita bersama menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk menyelamatkan generasi muda dan menjaga stabilitas daerah,” tutupnya.