Kakanwil Kemenhaj Riau Berduka, Jemaah Haji Kuansing Wafat di Pekanbaru

Kakanwil Kemenhaj Riau Defizon menyampaikan duka atas wafatnya jemaah haji asal Kuansing, Ngadiyem (74), yang meninggal di RS Hermina Pekanbaru sebelum keberangkatan haji.

Kakanwil Kemenhaj Riau Berduka, Jemaah Haji Kuansing Wafat di Pekanbaru
Kakanwil Kemenhaj Riau Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Jemaah Haji Asal Kuansing

PEKANBARU, TOPIKPUBLIK.COM — Kabar duka menyelimuti keluarga besar jemaah haji Provinsi Riau. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau, Defizon, secara resmi menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya salah seorang jemaah haji asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), almarhumah Ngadiyem binti Arjo, yang meninggal dunia dalam usia 74 tahun.

Almarhumah Ngadiyem diketahui merupakan jemaah haji asal Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuansing. Ia tergabung dalam Kelompok Regu (Karu) 36 dan Kelompok Rombongan (Karom) 9, serta tercatat dengan nomor porsi 0400101990 pada Kloter BTH 08. Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Kanwil Kemenhaj Riau sebagai bagian dari pendataan resmi jemaah haji tahun 2026.

Menurut keterangan Defizon, almarhumah menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 28 April 2026, sekitar pukul 21.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Pekanbaru. Sebelumnya, kondisi kesehatan almarhumah sempat menurun dan dirujuk dari RSUD Teluk Kuantan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Atas nama pemerintah, khususnya Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, serta seluruh jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhumah. Semoga Allah Subhanahu wata’ala mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Defizon dengan penuh empati.

Lebih lanjut, Defizon juga menegaskan bahwa kepergian almarhumah menjadi pengingat bagi seluruh pihak akan pentingnya kesiapan fisik dan kesehatan bagi para jemaah haji, khususnya lanjut usia, dalam menjalankan rangkaian ibadah yang membutuhkan ketahanan tubuh yang prima.

Jenazah almarhumah kemudian diberangkatkan menuju kampung halaman di Kabupaten Kuantan Singingi pada malam yang sama, sekitar pukul 23.00 WIB. Prosesi pemulangan berlangsung dengan penuh penghormatan dan diiringi doa dari keluarga serta masyarakat yang turut berduka.

Pada keesokan harinya, Rabu, 29 April 2026, almarhumah dimakamkan di Desa Geringging Baru, Kecamatan Sentajo Raya. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta warga setempat yang mengenal almarhumah sebagai sosok yang sederhana dan religius.

Dalam pernyataannya, Defizon juga menyampaikan doa dan harapan kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini. Ia menekankan pentingnya ketabahan dan keikhlasan sebagai bagian dari iman dalam menerima takdir Allah SWT.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kesabaran, keikhlasan, serta keteguhan hati dalam menghadapi musibah ini. Kami juga berharap almarhumah wafat dalam keadaan husnul khatimah dan senantiasa berada dalam lindungan serta keridhaan Allah Subhanahu wata’ala,” tutupnya.

Peristiwa ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh umat, bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh makna dan pengabdian. Kepergian almarhumah Ngadiyem meninggalkan duka, namun juga doa dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di sisi Sang Pencipta.

Sumber: Media Center Riau / mlb