Sapi Jumbo Riau Diusulkan Jadi Bantuan Presiden Iduladha 1447 H

Empat daerah di Riau mengusulkan sapi jumbo sebagai kandidat bantuan Presiden untuk Iduladha 1447 H, setelah melalui seleksi ketat kesehatan dan kualitas ternak.

Sapi Jumbo Riau Diusulkan Jadi Bantuan Presiden Iduladha 1447 H
Empat Kabupaten/Kota di Riau Usulkan Sapi Jumbo Kandidat Bantuan Presiden untuk Iduladha 1447 H

PEKANBARU, TOPIKPUBLIK.COM – Empat kabupaten/kota di Provinsi Riau mengusulkan sapi jumbo terbaik sebagai kandidat Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia untuk Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi-sapi unggulan tersebut berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Kota Pekanbaru.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau bergerak cepat melakukan peninjauan lapangan, pemeriksaan kesehatan, serta seleksi ketat terhadap hewan kurban yang diusulkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sapi bantuan Presiden benar-benar memenuhi standar kualitas, kesehatan, kelayakan syariat, serta prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Kepala DPKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan proses peninjauan dilakukan secara langsung di sejumlah daerah. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, bobot badan, riwayat kesehatan, hingga pengambilan sampel laboratorium.

“Kami melakukan pengecekan kondisi fisik dan kesehatan sapi secara menyeluruh agar bantuan Presiden yang disalurkan benar-benar berkualitas dan aman bagi masyarakat,” ujar Mimi, Rabu (29/4/2026).

Sapi “Bule” dari Indragiri Hulu Berbobot 1.013 Kilogram

Di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), tim DPKH Riau berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan setempat, Endang Mulyawan. Salah satu kandidat yang menjadi perhatian adalah sapi jantan jenis Simental bernama “Bule”.

Sapi milik peternak Franto Kukuh Sulahirio di Kecamatan Seberida itu memiliki bobot fantastis mencapai 1.013 kilogram. Dengan ukuran tubuh besar, kondisi fisik kuat, dan tampilan yang prima, “Bule” menjadi salah satu kandidat sapi kurban Presiden yang cukup menonjol dari Riau.

Keberadaan sapi jumbo tersebut juga menjadi bukti bahwa peternak lokal di Indragiri Hulu mampu menghasilkan ternak berkualitas tinggi. Hal ini sekaligus memperlihatkan potensi besar sektor peternakan Riau dalam mendukung penyediaan hewan kurban unggulan di tingkat nasional.

Pelalawan Usulkan Sapi “Pegul” Seberat 955 Kilogram

Sementara itu, di Kabupaten Pelalawan, tim DPKH Riau melakukan monitoring terhadap sapi Simental bernama “Pegul” di Kecamatan Pangkalan Kuras. Sapi berbobot 955 kilogram tersebut telah dinyatakan lulus uji awal dan berada dalam kondisi prima.

Pemeriksaan terhadap “Pegul” dilakukan melalui pengecekan fisik serta pemantauan kesehatan secara intensif oleh tim teknis di lapangan. Hasil awal menunjukkan sapi tersebut memenuhi sejumlah kriteria penting sebagai kandidat Banmas Presiden.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, Akhtar, menyambut baik koordinasi tersebut. Ia menilai proses seleksi yang ketat sangat penting agar sapi yang diusulkan benar-benar layak dan memberi manfaat besar bagi masyarakat penerima.

Plt. Kepala Bidang Produksi Peternakan DPKH Riau, Elyan Buzra, menambahkan bahwa hasil pantauan menunjukkan sapi “Pegul” telah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Sekretariat Presiden.

Pekanbaru Siapkan Sapi Simental dari Rumbai

Di Kota Pekanbaru, peninjauan dilakukan di wilayah Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Di lokasi tersebut, seekor sapi Simental berbobot 907 kilogram turut diusulkan sebagai kandidat bantuan Presiden untuk Iduladha 1447 H.

Sapi tersebut telah menjalani tahap pengambilan sampel oleh tim UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan (LVKH). Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan sapi bebas dari penyakit menular dan aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Maisisco, menyatakan dukungan penuh terhadap proses seleksi tersebut. Ia memastikan peternak di wilayah Rumbai telah memberikan perawatan maksimal, mulai dari pakan, kebersihan kandang, hingga pemantauan kesehatan ternak.

Kabid Kesehatan Hewan DPKH Riau, Faralinda Sari, menegaskan bahwa uji laboratorium menjadi bagian penting dalam seleksi hewan kurban. Pengambilan sampel feses dan darah merupakan prosedur wajib untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Inhil Jagokan Sapi Brangus “Blacky” Seberat 1 Ton

Tak kalah menarik, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengusulkan sapi jenis Brangus bernama “Blacky”. Sapi milik peternak Zaini, warga Tembilahan Kota, itu mencuri perhatian karena memiliki bobot mencapai 1.000 kilogram dan tinggi badan sekitar 220 sentimeter.

Dengan postur besar dan kondisi tubuh yang mengesankan, “Blacky” menjadi salah satu kandidat unggulan dari wilayah selatan Riau. Sapi tersebut dinilai memiliki kualitas fisik yang sangat baik untuk masuk dalam seleksi final bantuan Presiden.

Peninjauan di Tembilahan diawali dengan koordinasi bersama jajaran Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kabupaten Inhil. Kehadiran “Blacky” sebagai kandidat menunjukkan bahwa peternakan lokal di Inhil memiliki daya saing dan mampu menghasilkan sapi kurban kelas super.

Seleksi Final Tetap Menunggu Keputusan Pusat

Mimi Yuliani Nazir menjelaskan bahwa seluruh sapi yang telah dipantau, mulai dari “Bule”, “Pegul”, “Blacky”, hingga sapi asal Rumbai, masih harus melewati tahapan seleksi final sebelum diajukan ke tingkat pusat.

“Proses seleksi dilakukan sangat ketat agar hewan yang dipilih benar-benar memenuhi aspek kesehatan dan kelayakan syariat,” tambah Mimi.

Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah menjamin kesehatan ternak dan keamanan masyarakat. Karena itu, pemantauan rutin akan terus dilakukan hingga waktu penyaluran. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan berat badan sapi tetap terjaga, kondisi fisik stabil, serta tidak ditemukan indikasi penyakit.

Program Banmas Presiden ini diharapkan menjadi bagian dari semangat berbagi pada Hari Raya Iduladha. Selain bernilai ibadah, bantuan hewan kurban juga menjadi wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya di daerah penerima manfaat.

Pemerintah Provinsi Riau berharap sapi-sapi unggulan dari Bumi Lancang Kuning dapat terpilih sebagai hewan kurban Presiden. Keterlibatan tim teknis dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kualitas, kesehatan, dan kelayakan bantuan tersebut.

Kegiatan peninjauan yang berakhir pada Rabu sore itu menutup rangkaian awal seleksi kandidat sapi kurban Presiden di Riau. Dengan hadirnya sejumlah sapi jumbo berkualitas, Riau optimistis mampu menyalurkan hewan kurban terbaik yang aman, sehat, utuh, halal, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat pada Iduladha mendatang.

Sumber: Media Center Riau/bts