Perkuat Ekonomi dan Hukum, Lemhannas Tegaskan Kunci Ketahanan Nasional
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily menegaskan penguatan ekonomi dan hukum menjadi kunci utama menjaga ketahanan nasional berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
BINJAI — TOPUKPUBLIK.COM – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., menegaskan bahwa ketahanan nasional Indonesia tidak akan dapat dicapai secara berkelanjutan tanpa fondasi ekonomi yang kokoh dan sistem hukum yang kuat. Penguatan dua sektor strategis tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
“Tanpa ekonomi dan hukum yang kuat, ketahanan nasional akan sulit dicapai secara berkelanjutan,” tegas Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan Kuliah Umum dalam agenda Lemhannas Goes to Campus di Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Binjai, Jumat (30/1).
Dalam paparannya, Ace menekankan bahwa ketahanan nasional bukan sekadar konsep pertahanan negara, melainkan mencakup ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman multidimensional, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Oleh sebab itu, penguatan sektor ekonomi dan hukum menjadi prasyarat penting guna menciptakan stabilitas nasional yang berkesinambungan.
Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Jadi Pilar Ketahanan Nasional
Pada sektor ekonomi, Ace menjelaskan terdapat dua faktor utama yang sangat memengaruhi ketahanan nasional, yakni stabilitas ekonomi dan kemandirian ekonomi bangsa. Menurutnya, ekonomi yang stabil mampu menjadi bantalan negara saat menghadapi krisis global, gejolak pasar, hingga tekanan geopolitik internasional.
“Ekonomi yang kuat memungkinkan negara tetap tangguh meskipun menghadapi kondisi krisis ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor, khususnya pada sektor pangan dan energi. Ketergantungan yang tinggi terhadap negara lain, kata Ace, berpotensi membuka celah intervensi asing yang dapat mengganggu kedaulatan nasional.
Kemandirian ekonomi dinilai menjadi fondasi strategis agar Indonesia mampu mengelola sumber daya alam secara optimal, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat posisi tawar di kancah global.
Kepastian Hukum dan Diplomasi Multilateral Perkuat Posisi Indonesia
Selain sektor ekonomi, Ace menegaskan bahwa aspek hukum memiliki peranan vital dalam mendukung ketahanan nasional yang berkelanjutan. Kepastian hukum, menurutnya, menjadi faktor utama dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, mendorong pembangunan ekonomi, serta menjamin keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kepastian hukum adalah prasyarat mutlak untuk menarik investasi asing, keberlanjutan pembangunan ekonomi, pengelolaan sumber daya alam yang adil, dan penegakan HAM yang terpercaya,” jelasnya.
Ace juga menambahkan bahwa penguatan hukum harus berjalan beriringan dengan diplomasi multilateral. Strategi ini penting untuk memperkuat legitimasi Indonesia di mata dunia internasional sekaligus menghindari dominasi kekuatan besar dalam percaturan geopolitik global.
Dengan diplomasi yang kuat, Indonesia dapat memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas kawasan, memperjuangkan kepentingan nasional, serta membangun kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Tantangan Penguatan Ekonomi dan Hukum di Era Globalisasi
Meski memiliki potensi besar, Ace mengakui bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memperkuat sektor ekonomi dan hukum. Tantangan tersebut meliputi persoalan korupsi, iklim investasi yang belum optimal, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga keterbukaan perdagangan global.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun 2023, angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia berada di angka 6,33 persen—tergolong tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Tingginya angka ICOR menunjukkan bahwa efisiensi investasi di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Beberapa faktor penyebab kondisi tersebut antara lain birokrasi yang rumit, ketidakpastian regulasi, infrastruktur yang belum merata, praktik korupsi, lemahnya penegakan hukum, kualitas SDM yang perlu ditingkatkan, dinamika politik dan sosial, kebijakan pajak yang kurang kompetitif, hingga promosi investasi yang belum terintegrasi secara optimal.
Data tersebut memperlihatkan bahwa sektor ekonomi dan hukum memiliki keterkaitan erat dalam mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh dan berkelanjutan. Penguatan dua sektor ini diyakini menjadi fondasi penting menuju visi Indonesia Maju 2045.
Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Ketahanan Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Ace Hasan Syadzily juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan memperkuat ketahanan nasional. Ia menyebutkan bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal melalui peningkatan wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, dan partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan pemuda menjadi kunci dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dapat memengaruhi eksistensi serta integritas bangsa.
Sebagai program strategis Lemhannas RI, kegiatan Lemhannas Goes to Campus diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya ketahanan nasional sekaligus mendorong kontribusi mereka dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Hadir Sejumlah Tokoh dan Akademisi
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., Sekretaris Utama Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S., M.Si., Ketua Pembina Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai Afril Djoelianti, Ketua Al-Ishlahiyah Binjai Putri Susi Meilani Daulay, S.E., Rektor INSAN Binjai Prof. Dr. Muhammad Ramadhan, M.A., Plt. Deputi Kebangsaan Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E., Kaban Kesbangpol Provinsi Sumatra Utara Mulyono, S.T., M.Si., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan tenaga ahli Lemhannas RI.
Kehadiran para akademisi dan pemangku kebijakan tersebut menunjukkan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam memperkuat wawasan kebangsaan serta ketahanan nasional berbasis ilmu pengetahuan.
Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI
Brigadir Jenderal TNI Muhammad Arif Nur
Biro Humas Lemhannas RI
Jalan Medan Merdeka Selatan 10, Jakarta 10110
Telp. 021-3832108/09
Website: lemhannas.go.id
Instagram: @lemhannas_ri
Facebook: lembagaketahanannasionalri
Twitter: @LemhannasRI
YouTube: Lemhannas RI























