Festival Lampu Colok 2026 Jadi Ikon Budaya Dumai, Ini Pesan Wawako
Festival Lampu Colok Dumai 2026 resmi dibuka Wawako Sugiyarto. Ajakan promosi lewat media sosial digaungkan untuk menjadikan iven budaya Melayu ini mendunia.
DUMAI – TOPIKPUBLIK.COM – Perhelatan Festival Lampu Colok Dumai 2026 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, SE, dalam sebuah seremoni penuh khidmat yang sarat nuansa religius dan kearifan lokal Melayu. Kegiatan tahunan yang menjadi salah satu ikon budaya unggulan Kota Dumai ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai.
Pembukaan festival dipusatkan di Masjid Al Jamil, Gang Murni, Jalan Arifin Ahmad, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, pada Senin (16/3/2026). Ribuan masyarakat tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut, meskipun berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan.
Partisipasi Peserta dan Harapan Pemerataan Kecamatan
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, S.Hut, T.MT, menyampaikan bahwa Festival Lampu Colok 2026 diikuti oleh 15 tim peserta yang berasal dari 5 kecamatan se-Kota Dumai. Ia mengungkapkan bahwa masih terdapat dua kecamatan yang belum berpartisipasi, yakni Kecamatan Dumai Kota dan Kecamatan Bukit Kapur.
“Kami berharap pada pelaksanaan tahun depan, seluruh kecamatan di Kota Dumai dapat ikut ambil bagian sehingga festival ini semakin semarak dan representatif sebagai wajah budaya daerah,” ujar Mukhlis.
Selain itu, pihaknya juga terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan, termasuk menambah nilai apresiasi berupa hadiah bagi para peserta.
Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah, Bentuk Apresiasi Pelestarian Budaya
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi, panitia menyediakan total hadiah pembinaan mencapai puluhan juta rupiah. Adapun rincian hadiah (bruto sebelum pajak) sebagai berikut:
-
Juara I: Rp10.000.000
-
Juara II: Rp8.000.000
-
Juara III: Rp7.000.000
-
Juara Harapan I: Rp6.000.000
-
Juara Harapan II: Rp5.000.000
-
Juara Harapan III: Rp4.000.000
Hadiah tersebut diharapkan mampu memotivasi masyarakat untuk terus berkreasi dalam mengembangkan seni lampu colok sebagai warisan budaya Melayu yang memiliki nilai estetika tinggi.
Wawako: Festival Lampu Colok Dumai Harus Mendunia Lewat Media Sosial
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat yang tetap antusias mengikuti kegiatan budaya di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa. Saya sangat mengapresiasi terselenggaranya Festival Lampu Colok ini. Di Bumi Melayu, kekayaan budaya harus terus kita jaga. Festival ini bukan hanya tradisi, tetapi sudah menjadi ikon unggulan Kota Dumai,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sugiyarto mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mempromosikan festival ini ke tingkat nasional hingga internasional melalui platform digital.
“Mari kita viralkan ke media sosial. Tunjukkan kepada dunia bahwa Dumai memiliki kekayaan budaya yang indah dan unik. Dengan dukungan masyarakat, Festival Lampu Colok bisa menjadi daya tarik wisata budaya yang mendunia,” ajaknya.
Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama terkait penggunaan api dalam festival, mengingat masih adanya potensi kebakaran lahan di beberapa wilayah.
“Kita ingin festival ini berjalan aman dan nyaman. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh peserta dan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam penggunaan api,” pesannya.
Semarak Budaya Melayu dan Nuansa Religius Ramadan
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan menampilkan Tari Zapin tradisional yang diiringi Orkes Melayu dari Sanggar Puak Serumpun, menambah kekentalan nuansa budaya Melayu yang menjadi ciri khas daerah pesisir tersebut.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Ketua PMD Kota Dumai, Muhammad Bakhri, S.Pd.I, yang memberikan siraman rohani kepada masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh berkah.
Momentum kebersamaan semakin terasa saat seluruh tamu undangan dan masyarakat mengikuti buka puasa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan seremoni penyalaan lampu colok perdana oleh salah satu tim peserta asal Kelurahan Mundam. Penyalaan ini menjadi simbol dimulainya festival secara serentak di seluruh wilayah peserta.
Dukungan Penuh Forkopimda dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Dumai, perwakilan LAMR Dumai melalui Bendahara Datuk Zulkifli Abas, jajaran kepala perangkat daerah, camat se-Kota Dumai, lurah se-Kecamatan Medang Kampai, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas daerah.
Festival Lampu Colok, Warisan Budaya yang Terus Dijaga
Festival Lampu Colok bukan sekadar perlombaan, melainkan simbol kebersamaan, kreativitas, serta kecintaan masyarakat terhadap tradisi Melayu yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan dukungan semua pihak, kegiatan ini diharapkan terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan Kota Dumai yang mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.





irwan


















