Wali Kota Tanjungpinang Puji Kekompakan Warga Kuansing, Apresiasi Bupati Suhardiman
Wali Kota Tanjungpinang memuji solidaritas warga Kuansing di perantauan saat silaturahmi IWAKUSI, sekaligus mengapresiasi kepedulian Bupati Suhardiman Amby terhadap masyarakat Kuantan Singingi.
TANJUNGPINANG – TOPIKPUBLIK.COM – Semangat kebersamaan dan kuatnya ikatan sosial warga Kuantan Singingi (Kuansing) di perantauan kembali mendapat sorotan. Hal ini mencuat dalam kegiatan silaturahmi akbar yang digelar Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang–Bintan di kawasan Kampung Bugis, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua IWAKUSI Tanjungpinang–Bintan, Drs. HZ Dadang, AG, MSi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, yang dinilai sebagai wujud nyata perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat Kuansing yang berada di luar kampung halaman.
Menurut Dadang, kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat perantauan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kuat kepedulian dan komitmen dalam menjaga hubungan emosional antara pemerintah dan warganya.
“Pak Bupati selama ini dikenal sangat intens menjalin komunikasi dengan warga Kuansing di luar daerah. Tidak hanya di Tanjungpinang, tetapi juga menjangkau Pekanbaru, Dumai, Siak, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, hingga Jakarta,” ujar Dadang, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, jumlah warga Kuansing yang merantau tergolong besar dan tersebar di berbagai wilayah, termasuk di Tanjungpinang dan Bintan. Sebagian besar dari mereka telah menetap lama, bahkan membangun kehidupan baru bersama keluarga di tanah rantau.
Namun demikian, tidak sedikit pula yang menghadapi keterbatasan ekonomi sehingga belum memiliki kesempatan untuk kembali ke kampung halaman dalam waktu yang lama.
“Banyak di antara mereka yang sudah bertahun-tahun tidak pulang kampung. Maka, kehadiran pemimpin daerah seperti Pak Bupati menjadi obat rindu yang sangat berarti, sekaligus mempererat kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang oleh jarak dan waktu,” ungkapnya penuh haru.
Lebih lanjut, Dadang menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan IWAKUSI tahun ini sengaja dikemas secara sederhana, tanpa mengurangi makna dan esensi kebersamaan. Pemilihan Kampung Bugis sebagai lokasi acara bukan tanpa alasan, melainkan karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat permukiman warga Kuansing di Tanjungpinang.
Langkah ini juga merupakan bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat, sekaligus tindak lanjut atas arahan dan masukan dari Bupati Kuansing.
“Pak Bupati menyampaikan kesediaannya untuk hadir dengan syarat kegiatan dilaksanakan lebih dekat dengan masyarakat, yakni di lingkungan warga Kuansing sendiri. Oleh karena itu, kami memilih Kampung Bugis yang memang dihuni ratusan kepala keluarga asal Kuansing,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Zulkarnaen, ST, MSi, mengaku terharu dan bangga atas sambutan hangat yang diberikan warga Kuansing di Tanjungpinang.
Ia menilai, kekompakan dan rasa kekeluargaan yang terbangun di tengah masyarakat perantauan menjadi kekuatan sosial yang patut dijaga dan terus dipupuk.
“Bukan hanya ramainya acara ini, bahkan sejak di pelabuhan, ratusan warga sudah menyambut kedatangan kami dengan penuh antusias. Ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan di antara warga Kuansing,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati yang bergelar Datuk Panglimo Dalam tersebut menegaskan bahwa warga Kuansing di perantauan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, serta jaringan yang luas, mereka dinilai mampu memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif.
“Saya meyakini, warga Kuansing di perantauan memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui ide, gagasan, maupun jejaring yang dimiliki. Ini adalah aset sosial yang sangat berharga bagi kemajuan Kuantan Singingi ke depan,” tegasnya.
Di sisi lain, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang turut menghadiri kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan dan solidaritas warga Kuansing di wilayahnya.
Menurut Lis, kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat Kuansing menjadi contoh nyata kekuatan sosial yang mampu memperkuat harmoni kehidupan antarwarga di daerah perantauan.
“Kekompakan seperti ini adalah kekuatan sosial yang luar biasa. Saya melihat warga Kuansing di Tanjungpinang mampu menjaga solidaritas, kebersamaan, dan nilai-nilai kekeluargaan dengan sangat baik,” ujarnya.
Lis juga secara khusus menyoroti kepemimpinan Bupati Kuansing yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap warganya, termasuk yang berada jauh dari kampung halaman.
“Kehadiran Bupati Kuansing di tengah masyarakat perantauan merupakan bentuk nyata perhatian dan kepemimpinan yang patut dicontoh. Ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan warganya, di mana pun mereka berada,” tutupnya.
Kegiatan silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkuat identitas, solidaritas, serta sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat Kuansing di perantauan, demi mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.























