Judi Gelper dan Togel Masih Marak di Panipahan Rohil, Warga Minta Kapolda Riau Bertindak
Warga Panipahan Rohil resah judi gelper dan togel masih bebas beroperasi dekat musholla. Minta Kapolda Riau turun tangan tindak tegas.
TOPIKPUBLIK.COM – ROKAN HILIR — Bau amis praktik perjudian kembali menyeruak dari wilayah pesisir Kepenghuluan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Di tengah larangan keras undang-undang, aktivitas judi tembak ikan (gelper) dan togel justru masih bebas beroperasi seolah tak tersentuh hukum. Lebih ironis lagi, lokasi perjudian tersebut berdiri hanya sepelemparan batu dari musholla dan kawasan padat penduduk.
Padahal, keresahan masyarakat sudah berulang kali disuarakan. Warga menilai keberadaan arena gelper dan togel bukan sekadar merusak moral, tetapi juga menimbulkan dampak sosial serius. Mulai dari meningkatnya kasus pencurian, pertengkaran dalam rumah tangga, hingga kekerasan dalam keluarga (KDRT) yang pada akhirnya berujung laporan ke aparat penegak hukum. Sayangnya, penanganan dari pihak kepolisian di wilayah Panipahan dinilai jalan di tempat.
“Tempat itu sudah lama beroperasi. Kalau polisi bilang tidak tahu, itu mustahil. Kalau pura-pura tidak tahu, lebih parah lagi. Jadi kami bertanya, ada apa dengan Polsek Panipahan?” ujar salah seorang warga dengan nada kesal kepada wartawan, Kamis (15/8/2025).
Sejumlah warga menduga ada pembiaran sistematis terhadap aktivitas haram tersebut. Nama salah seorang diduga pengelola, berinisial E alias Bagan—warga keturunan Tionghoa yang cukup dikenal di Panipahan—bahkan kerap disebut-sebut sebagai otak di balik berjalannya usaha gelper di Jalan Darma.
Lebih menyakitkan lagi, lokasi perjudian itu berdiri megah hanya beberapa meter dari rumah ibadah umat muslim. Hal ini menambah luka moral bagi warga sekitar.
“Kami benar-benar resah. Ini sudah keterlaluan. Seolah hukum hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.
Situasi ini mendorong masyarakat Panipahan semakin lantang bersuara. Mereka mendesak agar Kapolda Riau turun tangan langsung melakukan penindakan, menutup seluruh arena gelper dan togel, serta menindak tegas pihak yang terlibat. Warga khawatir, jika pembiaran berlanjut, kepercayaan publik terhadap institusi Polri di wilayah Rohil akan terus merosot.
Fenomena judi gelper dan togel di Panipahan bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda. Banyak anak-anak dan remaja diduga mulai terpapar lingkungan negatif akibat mudahnya mengakses lokasi perjudian tersebut. Para tokoh agama dan masyarakat setempat bahkan menilai praktik ini sebagai bentuk “perjudian legal terselubung” yang merusak sendi kehidupan sosial.
Di sisi lain, awak media mencoba mengonfirmasi Kapolsek Panipahan melalui pesan WhatsApp pada Jumat malam (15/8/2025). Namun hingga berita ini dipublikasikan, Kapolsek belum memberikan tanggapan.
Kini sorotan publik tertuju pada langkah cepat yang akan diambil aparat kepolisian tingkat provinsi, khususnya jajaran Polda Riau, untuk menindak tegas segala bentuk perjudian di Panipahan. Masyarakat berharap aparat hukum mampu menunjukkan keberpihakannya pada kepentingan rakyat, bukan pada kelompok tertentu yang bermain di balik bisnis haram tersebut.
Editor: Thab411
Wartawan: Panca Sitepu























