Warga Rokan Hilir Amuk DPRD Tuntut SPBU Batu 4 Dibuka
Warga Rokan Hilir amuk kantor DPRD karena SPBU Batu 4 tidak menyediakan solar untuk nelayan. Eksekutif dan legislatif diduga abai, tuntut pemerintah buka SPBU segera.
ROKAN HILIR – TOPIKPUBLIK.COM – 30/09/2025 – Bak sambaran petir di siang bolong, amarah warga Rokan Hilir pecah di halaman kantor DPRD setempat pada Selasa (30/09/2025). Ribuan warga, sebagian besar nelayan yang menggantungkan hidupnya di perairan Sungai Rokan, turun ke jalan untuk menyuarakan keluhan yang sudah berlarut-larut selama hampir tiga bulan.
Keluhan utama warga adalah ketiadaan bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Batu 4, yang menyebabkan aktivitas para nelayan terganggu. Selama berbulan-bulan, warga merasa aspirasi mereka diabaikan, baik oleh lembaga eksekutif maupun legislatif Rokan Hilir. Ketidakmampuan pemerintah daerah menangani masalah ini memicu frustrasi hingga akhirnya warga memutuskan untuk mengambil langkah tegas: unjuk rasa di depan gedung DPRD Rohil.
Sebelum aksi turun ke jalan, warga sudah berupaya bersabar dan menahan diri. Namun, ketidakpedulian pemerintah membuat mereka merasa tidak ada jalan lain selain mengekspresikan kekecewaan secara langsung. Warga menuntut agar Pemerintah Daerah segera membuka kembali SPBU Batu 4 agar kehidupan nelayan kembali normal dan roda perekonomian lokal di sektor perikanan tidak terganggu.
Dalam aksi tersebut, warga bahkan melakukan pembakaran ban bekas sebagai simbol protes terhadap ketidakresponsifan pemerintah. Aksi ini menarik perhatian sejumlah petinggi DPRD Rokan Hilir, termasuk Wakil Bupati Jhony Charles, yang hadir di tengah kerumunan warga. Kedua lembaga ini kemudian mengadakan rapat dadakan untuk membahas tuntutan warga. Langkah ini menunjukkan bahwa Pemkab Rokan Hilir sempat kewalahan menghadapi gelombang protes yang melibatkan puluhan emak-emak—yang dikenal sebagai kelompok warga paling vokal dan berpengaruh di masyarakat.
Hingga saat ini, publik masih menanti tanggapan resmi dan langkah nyata pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM untuk nelayan di SPBU Batu 4. Kasus ini menjadi sorotan penting, karena tidak hanya menyangkut hak hidup masyarakat nelayan, tetapi juga kredibilitas eksekutif dan legislatif dalam menangani persoalan publik yang mendesak.
Reporter: Panca Sitepu
Editor: Thab212























